the journey begins….
October 17, 2007 by sepatuwarrior
Mulanya sebuah cerpen yang dimuat di Hai pada 1980-an. Tanggal pasti tidak terlacak. Nomor bukti koleksiku hilang.
Sempat kutawarkan sinopsisnya untuk dijadikan FTV. Tidak terpilih. Tapi, aku jadi belajar bikin skenario, dan membayang-bayangkan bagaimana cerita itu mesti diperpanjang untuk dibuat film paling tidak sepanjang 1 jam.
Pada 2007, cerpen itu dimasukkan dalam antologi Lintasan Cinta (PBMR ANDI).
Untuk hadiah ultah pribadi dan ultah pernikahan, Juli 2007, aku tergoda memanjang-manjangkannya seperti yang kubayangkan dalam rancangan skenario FTV, namun dalam bentuk novel (novelet). Sekitar seminggu, jadilah cerpen panjang 50 halaman.
16 Juli 2007. Nekat kukirim karya itu ke GPU. Incar ikan besar saja sekalian, pikirku.
Tertanggal 29 Agustus, datanglah balasan dari Donna Widjajanto, editor fiksi GPU. Komentarnya, “naskah tersebut cukup bagus, menyentuh, dan gaya bahasanya lancar”, namun “terlalu pendek”. Dan, ia menantangku untuk mengembangkannya paling tidak dua kali lipatnya: menjadi 100-150 halaman!
Waladalah, dua kali lipatnya? Nggak salah tuh? Maksudnya, aku sadar plot ceritaku itu tipis banget. Sudah untung bisa molor jadi 50 halaman. Mau bagian mana lagi yang dimolorkan?
Untunglah saat itu lagi baca Mantra Pejinak Ular-nya Kuntowijoyo, Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, Imperia dan Nagabonar Jadi 2-nya Akmal Nasery Basral. Dari Kuntowijoyo, aku belajar menyisipkan bahan-bahan campursari yang seakan tak mendukung cerita, namun toh tetap asyik dibaca (cerita wayang, pandangan Abu Kasan Sapari tentang alam, sajak-sajak cintanya, dsb). Laskar Pelangi memusingkan sebagai novel, tapi bahannya memang gila. Nah, kenapa tidak sekalian kuaduk-aduk nostalgia masa SMP dan situasi-kondisi Ngadirejo tahun 1984 (latar ceritaku)? Akmal mengajarku kesabaran melukiskan detail.
Dengan ajian yang setidaknya kupelajari dari ketiga jagoan tadi, kurombak Warrior. Kukebut. Jadilah naskah sepanjang 106 halaman, dan pada 16 Oktober sudah siap kukirim balik.
Tanggal 16 Oktober, kuterima email dari Donna yang mengabarkan bahwa, dengan sejumlah revisi minor di sana-sini, naskah itu layak terbit.
Dhuh Gusti, matur nuwun sanget — novelet pertamaku siap terbit!
Maka, kususun blog ini untuk merekam jejak perjalanan Warrior.








selamat dab. ikut senang. indonesia butuh semakin banyak karya yang menggugah.
tak sabar menunggu novelnya di rak toko buku nih…
salam.
wah asik banget mas arie ini. rajin nulis. semoga sukses selalu ya mas
terima kasih sudah berkunjung. moga sukses juga novelnya!
hei kamu temanggungnya mana.aku anak temanggung.aku juga kuliah di ISI Yogyakarta
Selamat dan ikut Bahagia mas….