Arie Saptaji Wahyu Widodo lahir di Ambarawa, namun menghabiskan masa kecil sampai tamat SMA di Ngadirejo, Temanggung. Sempat kuliah di FPBS IKIP Yogyakarta (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta). Tulisan pertamanya muncul di Ananda. Kemudian menyusul juga di Bobo, Hai, Anita, Gadis, dan Suara Pembaruan. Setelah cukup lama tak berkutat dengan fiksi, karyanya Maskumambang menjadi pemenang penghargaan dalam Sayembara Mengarang Cerpen Femina 2006.
Warrior, novelet pertamanya ini, bersumber dari cerpen yang pernah dimuat di Hai, dan diterbitkan lagi dalam antologi Lintasan Cinta (2007). Kini diolahnya kembali dengan mempertahankan latar masa 80-an, sekaligus sebagai nostalgia pernik-pernik era itu. Ia lulus SMP Negeri (sekarang SMP Negeri 1) Ngadirejo, sekolah yang menjadi latar kisah ini, pada 1985.
Sebelumnya ia telah menerbitkan kumpulan cerpen Never Be Alone (bareng Sidik Nugroho, 2005) dan 16 buku nonfiksi: Gagal Menjadi Garam (2002), Bible Trivia (2004), Diciptakan dalam Sebuah Tarian (2004), Kisah Hidup, Kisah Iman (2005), Let’s Go Into Narnia (2005), Obrolan Tukang Nonton (2005), Dari Mukjizat Sampai Jelangkung (2006), Senyum Itu Dosa, Ketawa Masuk Surga (2006), Operasi Humor Ganas (2006), Sibuk bagi Tuhan (2006), Bible Trivia 2 (2006), Bolehkah Orang Kristen Nonton Film? (2007), 365 Tebakan Jadul dan Gaul (2007), Alkitabingah: Selimut Haleluya (2007), Daya Hidup Terbesar (2007), dan Secangkir Teh Hangat di Beranda Rumah (2007).
Ia tinggal di Yogyakarta bersama istri, Rina Herdiana, dan dua orang anak, Lesra Ariel Herdiaji dan Ruth Tirza Arina.
ariesaptaji (at) gmail dot com









Halo Kang Arie. Selamat ya. Ikutan seneng. SUkses selalu. Salam dari Semarang
Sulamak!
Halo pak Arie terima kasih sudah sudi berkunjung ke blog eksperimen saya. Terus berjuang warrior (keren nech namanya) dan selamat menyelesaikan tinlit gaya 80 an. GBU. Salam peter purwanegara
http://s0lide0gl0ria.wordpress.com
matur nuwun, pak peter.
warrior-nya saat ini sudah setting. tinggal naik cetak, lalu siap ‘berlaga’ di pasar teenlit…
Saya sudah pernah dengar nama Pak Arie ini. Namun, baru sekarang menemukan blognya. Boleh dong, Pak, ilmu menulisnya dibagi-bagi. (Hmm, jadi kepikiran bertandang ke rumah riilnya Bapak, nih.)
wah jadi ingat masa-masa smp dan sma dulu, soale masa itu teman2ku semua pada pake sepatu warrior mas. Hiks..hiks..jadi terharu
matur nuwun, ayu!
moga novelnya nanti juga membuatmu terharu.
great book!
Halo mas, bukunya aku belum baca, aku mau baca sekarang deh, tinggal nyebrang ke gramed, hehe. Kalo bagus, aku muat di majalahku deh. Semangat terus ya!
http://www.idekeren.com
http://www.kacamata3d.blogspot.com
http://www.gokildad.blogspot.com
saya belum baca bukunya mas, tapi udah kepingin. Karena dulu saya juga punya sepatu wariorr kesayangan. Sepatu saya keren lo mas!!Saya bangga banget pake sepatu gitu
))
Mas Arie …
Masih ingat saya kah …
Itu lho yang dari milis 80 an …
aku disana pake nama naher – the capslock …
remember ?
selamat atas kesuksesanya