Feeds:
Posts
Comments

album cerita ternama adalah cergam yang dibacakan sri untuk jono. sri sendiri paling suka dengan kisah heidi dalam serial ini. suasana pegunungannya mengingatkan sri pada jumprit.

heidi

halaman “pustakaloka” kompas, senin (10/12), menurunkan album cerita ternama di segmen ‘yang terlupakan’. ah, moga serial ini dicetak ulang!

Pada paruh akhir era tujuh puluhan hingga awal delapan puluhan, dunia perbukuan Indonesia pernah mengenal serial novel grafis karya sastra dunia, Album Cerita Ternama. Serial ini adalah novel grafis terlengkap dan terpanjang yang pernah ada dalam dunia penerbitan di Indonesia, bahkan mungkin di dunia.

“Seri ini bukan sekadar sejumlah buku bergambar yang terbit berurutan, tapi lebih dari itu! Album Cerita Ternama merupakan suatu kesatuan bunga rampai yang utuh dari kisah-kisah yang paling mashur dari sastra dunia. Album Cerita Ternama, dengan gambar yang baik dan bahasa yang terpelihara bermaksud memberikan kepada anak-anak kita perkenalan pertama dengan cerita-cerita tersebut—perkenalan pertama yang dapat membangkitkan minat mereka membaca dan menikmati karya-karya tersebut, dalam bentuk aslinya kelak”.

ke dulu kala hari yang bahagia…

itu lagi nyaris tiap malam menemaniku menjelang tidur, dulu kala masa sma, akhir 80-an. suara bening uthe yang bening lembut mengantar ke dalam mimpi…

dan, baris itu dipilih dahono fitrianto untuk menjuduli ulasannya tentang komunitas 80-an. ada pula artikel pendamping soal era 80-an sebagai dunia yang hilang. di edisi cetaknya, ada pula daftar 100 pernik top 80-an. sepatu warrior muncul di urutan ke-19 (urutan tidak mencerminkan peringkat).

80-an digeber kompas

yap, kompas minggu menggelar back to 80’s di halaman kehidupan, minggu, 25 november lalu. menurut sumber yang bisa dipercaya, itu baru teaser. so, pernik-pernik 80-an akan lebih banyak dibongkar oleh koran itu.

simak:
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0711/25/kehidupan/

kuterima email dari gpu, warrior sudah naik cetak. diharapkan sebelum natal sudah siap beredar.

wow! matur nuwun sanget dhuh Gusti….

what a beautiful Chrismast gift!

Betul kan!!!!

hehehe… matur nuwun, sikendie! aku sempat nonton siaran ulangnya di indosiar, dan kurasa tinggal tunggu waktu saja untuk tayangnya di youtube….

enjoy DONG!!!

header baru menghiasi blog ini. yang ndesain cowok di bawah ini…. 

wawan.jpg

sudah tentu, ia pula yang ndesain cover novelku nanti. saat ini tengah dinilai penerbit, versi mana yang mau dipilih.

nama itu cowok kristiawan. tapi, ia lebih suka disebut wawan. “lebih terkenal, mas,” katanya.

di tengah kesibukannya bikin tugas akhir di isi, yogyakarta, bujangan salatiga ini bermurah hati (ora kepekso to, wan?) bikin desain cover dan header blog karena telanjur jatuh cinta sama sri…. 8-DDD

oke, deh, wan, matur tengkyu. moga sukses t.a.-mu, dan sukses pula karir desain-mendesainmu.

mereka yang tertarik untuk ngelamar bujangan ini, baik dalam arti harfiah maupun meminta dibuatkan desain, silakan kontak:

clinkclinktuink @ yahoo dot co dot id

kutulis sri suka sarapan nasi megono. pikirku, nasi megono itu istilah yang lebih umum buat sego gono. eh, nyatanya….

lewat rangkaian perbincangan di milis ikatan kadang temanggungan, kian jelaslah duduk perkaranya. aku jadi tahu kalau keduanya memang mboten sami. asalnya saja sudah beda. nasi megono dari pekalongan, sego gono-lah yang khas temanggung.

dulu, sampai masa smp, salah satu alternatif sarapanku ya sego gono ini. yang paling top di demangan, ngadirejo, ya sego gono hasil olahan mbak rus. (katanya sekarang masih buka, namun karena aku mudik hanya pas syawalan, jadinya itu warung lagi tutup). selain sego gono, mbak rus menyediakan bubur yang bisa dinikmati dengan ketan kinca atau sayur lodeh. sekali-sekali ibu juga membikin sego gono ini untuk hidangan keluarga. wah, bisa makan sepuasnya!

sego gono itu nasi yang ditanak bersama sayur-mayur dan parutan kelapa berbumbu pedas. bisa dilahap dengan telur rebus, tahu-tempe goreng, dan paling sedap kalau ada teri rambangannya (bukan teri medan yang besarnya sakkutil itu!).

sejak lulus smp, lalu tinggal di temanggung bareng kakakku, sampai sekarang di yogya ini, sudah jarang sekali lidahku menikmatinya. seingatku baru dua-tiga kali. sekali waktu mudik dan secara khusus minta dibuatkan pada mbak nining. lalu, pas ada prt dari wonosobo, yang ternyata bisa bikin sego gono, ya pucuk dicinta ulam tibalah! dua kali aku memintanya membuat sego gono, lengkap dengan peyek teri rambangan!

nasi megono aku tahu dari temanku asal pekalongan. seperti kukatakan tadi, awalnya kupikir sama dengan sego gono temanggung. eh, pas dia bawa, ternyata lain. megono-nya dipisah dari nasi. itu pun bukan urap sayuran, tapi nangka muda dan parutan kelapan berbumbu pedas. rasanya jelas tak sama dengan nasi gono. bolehlah, tapi tak sampai bikin kangen kayak hidangan masa kecil itu.

pernah juga waktu ke kaliruang, menjelang pakem ada warung sego megono dan nasi merah plus sayur lombok ijo. waktu kutanya megono-nya, dia bilang sayurnya dipisah. wah, bukan temanggungan, nih, pikirku. ya, sudah, aku pilih nasi merah saja.

untungnya, naskah warrior masih dalam proses edit. jadi, nanti sri akan menikmati sego gono, bukan nasi megono. nyamleng! ***

mbak titiek puspa (halah, sksd, sok kenal sok dekat!) ulang tahun. artis awet serba-bisa lintas-zaman ini memasuki usia 70 tahun pada 1 november ini, ditampilkan nyanyian hidupnya secara menarik di kompas. melu mongkog, soalnya meski dia kelahiran tanjung, kalimantan selatan, mbak titik ini orang temanggung juga. kompas menyebutkan, “Ketika kelas IV SD, pergi dan pulang sekolah dilajunya dengan kereta api, Kranggan-Magelang.” Wah, ya jaman bapakku itu kalau temanggung masih menangi kereta api!

tapi, dari artikel kompas itu, yang membuat melonjak adalah ini:

“Acara HUT Titiek Ke-70 akan digelar pada 14 November di Hall D Arena Pekan Raya Jakarta. Hajatan akan dimeriahkan lebih dari 20 penyanyi yang akan membawakan puluhan lagu ciptaannya, termasuk penyanyi Apanya Dong, Euis Darliah, yang khusus datang dari Swedia.”

apanya dong! euis darliah! hoooiiiii…. apakah suara neng euis masih serak, kenes, namun menggelegar kayak 80-an dulu? kangen denger lady rocker urakan ini nyanyi. sudah lama banget dianya menghilang. aku ingat waktu lagu itu lagi top-topnya, euis darliah dikarikaturkan oleh g.m sudarta dan lagunya diplesetkan menjadinya “minyoaakknya dong!!” sambil si euis manggul dua drum minyak (lagi kenaikan bbm, kalau nggak salah).

lagu itulah yang dipakai lisa untuk mengejek bowo, kakaknya.

oke, tentu saja nyong gak dapat undangan, dan tidak gablek biaya untuk nonton di prj. yo wis, aku nunggu wae siarane nang tipi… (sopo ngerti ana sing ngrekam, njur nyantelake nyang youtube!).

simak juga halaman euis darliah di indolawas.

sholay: kobaran api

sholay ialah film yang ditonton titin di trisakti.

ini memang film 70-an, tapi seringatku diputar di ngadirejo awal 80-an. aku nggak nonton karena belum ngeh asoi-nya nonton nehi-nehi. aku cuma sempat lihat-lihat keadaan bioskop suatu sore. penonton mbludak. pintu depan sempat terbuka sehingga orang di luar bisa melihat adegan yang lagi berjalan. setelah pintu ditutup, ada lubang kecil di samping pintu, bisa untuk ngintip. tapi, mosok mau ngintip sepanjang tiga jam? bisa timbilan ini mata!

konon sholay salah satu film klasiknya india, ditabalkan sebagai “film of the millennium” oleh bbc india pada 2005. konon pula film ini “mencontek” sejumlah film lain, antara lain “once upon a time in the west”, sphagetti western-ny sergio leone yang mantaf itu.

film “contekan” bagiku nggak masalah, asal kualitasnya terjaga, syukur-syukur lebih yahud dari “asli”-nya, bukannya malah lebih bego.

sayang, sampai hari ini, sudah lirak-lirik ke sejumlah lapak atau rental video, belum kutemukan juga pilem satu ini.

« Newer Posts - Older Posts »